Sabtu, 07 Juli 2012

Pengertian Zikir

Zikir bisa diartikan ingat, zikir kepada Allah berarti mengingat Allah SWT dengan menyebut nyebut nama-Nya serta mengagungkanNya.

Zikir adalah ibadah yang sangat luar biasa yang dapat membentuk hubungan yang erat antara seorang hamba dengan sang pencipta

Zikir adalah ibadah yang paling utama, merupakan ibadah tanpa batas ruang dan waktu, zikir dapat dilakukan dimana dan kapan saja baik itu di Masjid, rumah, diperjalanan, ditempat kerja ( kecuali tempat najis) pagi,siang,sore maupun malam dengan wudhu maupun tanpa wudhu.

Zikir hendaknya dilakukan semata mata ibadah dan mencari ridha Allah SWT dengan hati yang ichklas, jika suatu saat nanti ada epek positip yang ditimbulkan dari zikir yang kita lakukan anggaplah itu bonus dari Allah SWT. Disini kita akan mendapatkan dua poin, nilai pahala ibada zikir sebagai tabungan kelak diakherat dan bonus tersebut yang langsung dapat dirasakan di dunia.

Tapi apabila zikir yang kita lakukan sejak awal sudah diniatkan dengan tujuan tertentu, mungkin dapat tercapai dan Allah kabulkan sesuai dengan tujuanya, tapi tanpa bonus.

Contohnya :

seseorang melakukan zikir dengan niat agar rizkinya banyak dan lancar, bisa Allah kabulkan tapi hanya sebatas apa yang ia minta tersebut. Tapi apabila zikir yang kita lakukan kita niatkan semata mata hanya untuk beribadah dan mencari ridha Allah, kita akan mendapat nilai plus yaitu pahala zikir itu sendiri dan Allah akan mencukupi segala kebutuhannya serta efek dari zikir tersebut sebagai bonus.

Perintah Zikir

Allah berfirman :
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلا تَكْفُرُونِ

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.(Q.S.Al-Baqarah : 152 )


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًاوَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلا

Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.
(Q.S.Al-Ahzaab : 41.42 )


وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالآصَالِ وَلا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ

Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.(Q.S.Al-Raaf : 205 )


فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِكُمْ

ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring.(Q.S.An Nisaa : 103 )


Hadits:

1. Apabila kamu melewati taman-taman surga makan dan minumlah sampai kenyang. Para sahabat lalu bertanya, "Apa yang dimaksud taman-taman surga itu, ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Kelompok zikir (Kelompok orang yang berzikir atau majelis taklim)." (HR. Tirmidzi dan Ahmad)

2. Menyebut-nyebut Allah adalah suatu penyembuhan dan menyebut-nyebut tentang manusia adalah penyakit (artinya penyakit akhlak). (HR. Al-Baihaqi)

3. Demi yang jiwaku dalam genggamanNya, kalau kamu selamanya bersikap seperti saat kamu ada bersamaku dan mendengarkan zikir, pasti para malaikat akan bersalaman dengan kamu di tempat tidurmu dan di jalan-jalan yang kamu lalui. Tetapi, wahai Handhalah (nama seorang sahabat) kadangkala begini dan kadangkala begitu. (Beliau mengucapkan perkataan itu kepada Handhalah hingga diulang-ulang tiga kali). (HR. Tirmidzi dan Ahmad)

4. Rasulullah Saw menyebut-nyebut Allah setiap waktu (saat). (HR. Muslim)

5. Perumpamaan orang yang berzikir kepada Robbnya dan yang tidak, seumpama orang hidup dan orang mati. (HR. Bukhari dan Muslim)

6. Seorang sahabat berkata, "Ya Rasulullah, sesungguhnya syariat-syariat Islam sudah banyak bagiku. Beritahu aku sesuatu yang dapat aku menjadikannya pegangan." Nabi Saw berkata, "Biasakanlah lidahmu selalu bergerak menyebut-nyebut Allah (zikrullah)." (HR. Ahmad dan Tirmidzi)


Tingkatan zikir 

Pelaku zikir memiliki karater dan tatacara zikir yang berbeda dalam pelaksanaannya sehingga dapat digolongkan menjadi empat golongan :

1. Zikir dengan lisanya tapi hatinya kosong dengan apa yang diucapkan.

2. Zikir dengan lisanya sedangkan hatinya mengikuti dan memahami apa yang diucapkan lisan.

3. Zikir dalam hati lisanya mengikuti dengan tidak disengaja

4. Zikir dalam hati lisanya tidak membaca apapu.

Dari keempat tingkatan zikir tersebut, zikir no 1 paling tidak ada artinya yaitu zikir dengan lisanya tapi hatinya kosong dengan apa yang diucapkan lisan.

0 komentar:

Poskan Komentar

Text Widget